Rasanya berita penemuan
ini sangat berkaitan dengan ratusan Ton Emas milik Ir. Soekarno. Ya, mungkin
saja ini adalah sebagian kecil dari ratusan, bahkan Ribuan Ton, atau mungkin
puluhan ribu ton Emas milik Ir. Soekarno. Emas yang mana?, baca yang ini → http://goo.gl/bldttX.
Dan ini berita yang berhasil saya kutip.
' Harta
karun' berupa 28 logam batangan mirip emas dimiliki Pujo Wiyono (75) warga
Pepen Giripeni Wates. Logam batangan tersebut ditemukan anak Pujo, Sukasman
(35) di Pantai Glagah Temon beberapa waktu lalu. Diduga logam batangan yang
ditemukan dalam sebuah peti besi tersebut berasal dari zaman Orde Lama, karena
di permukaannya tercetak relief Ir Soekarno, Presiden RI pertama.
Kini
barang temuan yang berada di dalam peti besi berukuran 25x40x15 cm itu masih
rapi tersimpan di rumahnya. Rencananya akan diserahkan kepada Bupati Kulonprogo
dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) dalam waktu dekat.
Pujo
mengungkapkan, logam batangan mirip emas itu ditemukan anaknya, Sukasman saat
berwisata di pantai Glagah Temon pada lebaran 2013. Benda tersebut tertimbun
tebing pasir pantai. "Ketika digali ternyata terdapat sebuah peti besi
bergambar ukiran ular naga. Akhirnya peti yang cukup berat ini dibawa pulang.
Begitu dibuka isinya 28 logam batangan seperti emas, satu logam berukuran
10x5x2 cm. Logam batangan ini berada di atas tatanan sembilan batu bata merah
di dalam peti besi," ujar Pujo kepada wartawan, Kamis (13/02/2014).
Peti yang berisi batangan mirip emas di atas batu
bata
Pujo
tidak tahu apakah logam batangan itu merupakan emas batangan murni atau hanya
logam biasa. Setiap batang logam ada relief bergambar Presiden Ir Soekarno.
Adapula gambar angka tahun 1945, burung garuda, serta padi dan kapas. Sedang di
bagian lainnya tertulis LM yang mungkin maksudnya Logam Mulia.
"Saya
belum mengecek ke toko emas. Selain logam batangan, di dalam peti juga terdapat
batubata. Namun bila dilihat jenis batubatanya yang kecil diduga dicetak belum
lama, karena batubata zaman dulu biasanya berukuran besar dan tebal,"
katanya.
Tokoh
masyarakat Giripeni, Sri Widodo, mengaku tidak berani memastikan logam batangan
tersebut merupakan emas. "Karena untuk membuktikan emas murni atau tidak,
harus dibuktikan di toko emas atau pegadaian yang mempunyai alat untuk
mendeteksi. Barang tersebut diduga berbau mistis, sebab ditemukan di
dekat lokasi yang biasa dipakai upacara Labuhan Pakualaman di Glagah, dan
kemungkinan merupakan peninggalan zaman dulu," ujar Widodo.
Tapi
kalau dari saya satu catatan saja, "Jangan diserahkan begitu saja pada
pemerintah". masih ada cara lain dari pada harus diserahkan pada
pemerintah, misalnya bisa saja Pak Pujo menjualnya pada Museum, atau
ju Pak Pujo ikhlas bisa di Museum-kan saja.
Bagaimana
reaksi atau, ekspresi anda setelah membaca berita ini dan thread Kaskus tadi?
Saya merasa badan saya merinding. Sampai disini dulu beritanya, Terimakasih...
source: Kaskus, Kedaulatan
Rakyat



Tidak ada komentar:
Posting Komentar